Teks Ceramah

Teks Ceramah – Kegiatan ceramah adalah pidato dari seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan dan sebagainya.

Teks Ceramah

Pengertian Teks Ceramah

Ceramah adalah kegiatan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti di sekolah, ruang akademik, di kantor, di rumah ibadah serta di berbagai lingkup kegiatan formal masyarakat. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang teks ceramah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ceramah adalah pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan dan sebagainya.

Di sisi lain, Tomi Rianto dalam buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA menuliskan, teks ceramah adalah teks yang bertujuan untuk memberikan nasihat atau petunjuk-petunjuk kepada para pendengar.

Ciri-Ciri Teks Ceramah

Ada beberapa ciri teks ceramah yang membedakannya dari teks yang lain, yaitu:

  • Ada suatu pengetahuan untuk dijelaskan atau diinformasikan kepada pendengar
  • Biasanya disampaikan oleh seseorang yang ahli atau dianggap pakar dalam bidang ilmu yang diceramahkan
  • Merupakan keterampilan berbahasa satu arah
  • Pembicara berdiri di depan orang banyak untuk menyampaikan materi, sementara pendengar hanya menyimak
  • Ada ajakan atau persuasi untuk mengubah sikap atau tindakan terkait materi yang dibicarakan
  • Berisi argumen, fakta, atau data untuk memperkuat topik yang dibicarakan
  • Terkadang, bisa menjadi dua arah jika pembicara membuka kesempatan tanya jawab atau diskusi

Jenis Teks Ceramah

Mengutip dari buku CMS Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X, XI, XII, teks ceramah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Diantaranya adalah:

Ceramah informasi, yang bertujuan untuk menyampaikan berita atau informasi penting kepada pendengar.

Ceramah persuasi, bertujuan untuk menyampaikan informasi yang dapat mengajak atau memengaruhi pikiran dan tindakan pendengar.

Ceramah rekreatif, adalah ceramah yang bertujuan untuk menghibur pendengar

Struktur Teks Ceramah

Lalu, bagaimana susunan teks ceramah yang baik dan benar? Umumnya struktur teks ceramah terdiri dari:

  1. Salam pembuka, yang digunakan untuk menyapa khalayak. penceramah yang baik harus dapat menarik perhatian pendengarnya.
  2. Pembuka, berisi pengenalan isu berupa deskripsi atau pendahuluan terkait topik yang akan dibahas.
  3. Isi, berupa rangkaian argumen pendapat disertai fakta-fakta yang menjelaskan isu tertentu.
  4. Penutup, berupa penegasan kembali atas pernyataan-pernyataan sebelumnya, atau kesimpulan dan saran jika ada.
  5. Salam penutup, setara dengan salam pembuka, berarti mengakhiri pembicaraan dengan kata penutup.

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

Ada beberapa kaidah kebahasaan yang biasanya digunakan untuk menyusun teks ceramah, yaitu:

  • Menggunakan kata sapaan, misalnya “Selamat pagi, siang, sore”, dan sebagainya.
  • Memakai kata ganti orang pertama tunggal dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan. Contoh kata ganti pertama: saya, aku, kami. Contoh kata ganti orang kedua jamak: anak-anak, hadirin, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara, dan lainnya.
  • Menggunakan kata yang menunjukkan sebab-akibat atau argumentasi. Contohnya “dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu, maka” dan lain sebagainya.
  • Sering memakai kata kerja mental, seperti: memprihatinkan, memperkirakan, berpendapat, diharapkan, dan lain-lain.
  • Memakai kata persuasif, untuk mengajak seseorang. Seperti: sebaiknya, hendaklah, seharusnya.
  • Memakai kalimat imperatif, untuk melarang atau meminta seseorang melakukan sesuatu. Seperti: jangan, coba pahami, dan lain-lain.

Contoh Singkat Teks Ceramah Ceramah

Selamat siang. 

Saudara-saudara, ada satu persoalan yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini, yaitu tentang budaya hidup bersih. 

Bangsa ini sungguh tengah mengalami kemunduran yang amat serius di berbagai bidang kehiduapan. 

Termasuk hal yang paling dasar dan paling sederhana sekalipun. Salah satu contohnya adalah buruknya menjaga kebersihan dan lingkungan. 

Membuang sampah, membersihkan kamar mandi, WC, misalnya adalah hal sederhana yang buat bangsa ini masih harus belajar keras Pola menjaga kebersihan dan lingkungan sejak dini sudah sering ditekankan. 

Sebab, mayoritas dari kerusakan lingkungan saat ini berasal dari ulah manusia, baik kerusakan hutan, kerusakan terumbu karang, pencemaran laut dan menambang secara serampangan. Padahal, yang tidak pernah disadari, perbuatan itu bisa membawa bencana alam dan lingkungan.

Nah itulah penjelasan sedikit mengenai Pengertian ciri, jenis, struktur, kaidah kebahasaan, beserta contoh dari teks ceramah. Semoga membantu!

Check Also

Makna Kata

Makna Kata –¬† Bahasa yang digunakan mudah untuk dimengerti, dipahami, dan tidak disalahpahami dari sudut …