Pengertian Fabel

Bantuin Share Yuk!

Pengertian Fabel – Cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang.

Apa yang di maksud Fabel ?

Pengertian Fabel

Menurut Encyclopaedia Britannica, kata fabel berasal dari bahasa Latin fabula yang aslinya punya arti hampir sama dengan mitos dalam bahasa Yunani.

Fabel adalah bentuk narasi, biasanya menampilkan hewan yang berperilaku dan berbicara sebagai manusia, menyampaikan pelajaran moral dan seringkali dirumuskan secara eksplisit di bagian akhir.

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan binatang, berisi pendidikan moral dan budi pekerti.

Menurut Kamus Oxford, fabel adalah sebuah cerita pendek, biasanya dengan binatang sebagai tokoh, menyampaikan moral.

Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Tokoh utama fabel adalah hewan yang jinak dan hewan yang liar.

Ciri – Ciri Fabel

Ciri-cirinya fabel yaitu:

  1. Tokoh utama dalam cerita menggunakan binatang.
  2. Memiliki penggambaran moral serta karakter mirip manusia.
  3. Binatang dalam cerita bertingkah laku seperti manusia.
  4. Umumnya memiliki alur cerita yang pendek dan sederhana.
  5. Karakter dari tokoh diuraikan dengan rinci.
  6. Kata-kata yang digunakan mudah dipahami.
  7. Cerita biasanya mengkritik tentang sifat manusia, diskriminasi kaum lemah, serta keadaan masyarakat.
  8. Gaya bercerita secara lisan.
  9. Pesan atau tema kadang ditulis dalam cerita.

Jenis – Jenis Fabel

Selain melihat dari ciri-ciri serta pengertian fable, perlu dipahami jika ada dua jenis fabel. Jenis fabel sendiri terbagi berdasar waktu munculnya. Pasalnya, ada fabel yang sudah cukup lama diterbitkan, ada juga fabel yang dibuat baru-baru ini. Jenis-jenis fabel tersebut yaitu:

Baca Juga :  Contoh Kata Pengantar Skripsi

1. Fabel Klasik

Pengertian fabel klasik yaitu dongeng yang telah dibuat dari zaman dahulu, namun tidak diketahui secara pasti kapan waktu dibuat ceritanya. Fabel klasik umumnya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Sebagi contoh, yaitu cerita Kancil dan Buaya, Gagak dan Elang, Kerbau dan Burung, Semut dan Belalang, serta lain sebagainya. Adapun ciri-ciri dari fabel klasik, yaitu:

– Ceritanya pendek dan jelas.

– Tema yang diangkat sederhana.

– Sarat akan pesan moral atau petuah.

– Sifat hewani pada tokoh fabel klasik masih kental.

2. Fabel Modern

Beda halnya dengan fabel klasik, fabel modern memliki waktu kemunculan yang masih cukup baru. Biasanya, pada fabel modern pembuatan dongeng merupakan cerminan dari ekspresi kesastraan si penulis. Ada beberapa ciri dari fabel modern, yaitu:

– Alur cerita bisa pendek atau panjang.

– Tema pada cerita cenderung rumit.

– Karakter pada tokoh fabel modern umumnya cukup unik.

– Fabel modern kadang berupa epik atau saga, dan menggunakan prosa yang mengisahkan pahlawan.

Struktur Fabel

Cara penyampaian dongeng fabel tersusun dengan struktur teks yang unik serta beda dengan jenis dongeng lainnya. Ada beberapa struktur fabel yaitu: 

Orientasi

Fabel akan dimulai dengan permulaan, atau bisa disebut dengan tahap orientasi. Paragraf awal tersebut akan memperkenalkan tokoh pada cerita, latar tempat, serta waktu. Kemudian, akan ada tahap perkenalan tema atau background, dan lain sebagainya. 

Komplikasi

Pada bagian selanjutnya yaitu komplikasi atau klimaks cerita. Bagian fabel tahap ini menceritakan mengenai tokoh utama yang berhadapan dengan puncak masalah. Komplikasi akan menjadi bagian inti dari cerita fabel.

Resolusi

Tahap ke empat yaitu resolusi, yaitu bagian cerita fabel di mana menceritakan mengenai pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh tokoh utama. Umumnya dalam fabel juga dijelaskan tokoh utama memecahkan masalahnya menggunakan cara yang unik dan kreatif.

Baca Juga :  Majas Simile

Koda

Lalu, struktur fabel yang terakhir yaitu koda. Koda merupakan bagian fabel yang menjelaskan terjadinya perubahan pada tiap tokoh. Di bagian ini akan disampaikan amanat atau pesan moral yang bisa dipetik oleh pembaca.

Kaidah Bahasa Fabel

Di dalam fabel terdapat kaidah atau unsur kebahasaan, yaitu:

a. Kata Kerja

Di dalam fabel terdapat dua kata kerja yaitu:

1. Kata Kerja Transitif adalah kata kerja yang memiliki objek. Contoh: Ayah minum air.

2. Kata Kerja Intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek. Contoh: Boris sedang bersiul. 

b. Kata Sandang Si dan Sang

Cotnoh:

– Si kumbang terdiam ketika mendengar ejekan tersebut.

– Sang harimau sedang mengincar mangsanya.

c. Keterangan Tempat dan Waktu

Contoh:

Di waktu sore, kelinci berjalan di kebun.

d. Kata Hubung

Kata hubung yang umum digunakan dalam teks cerita fabel seperti lalu, kemudian, dan akhirnya

Contoh:

Lalu, si kelinci meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya.

Contoh Cerita Fabel

Contohnya:

Si Kancil

Diceritakan seekor hewan kancil yang licik dan suka mencuri timun dari kebun sayur Pak Tani. Suatu hari ia terjebak masuk ke dalam lubang yang sudah disiapkan oleh Pak Tani untuknya karena sudah merusak kebun sayurannya.

Di saat ia kebingungan karena tidak bisa keluar dari lubang, ia membohongi beberapa hewan yang menanyakan alasannya berada di dalam lubang tersebut.

Ia berbohong bahwa ia berada di sana karena berlindung dari hari kiamat yang akan tiba keesokan hari. Karena takut akan hari kiamat, para hewan pun ikut masuk ke dalam lubang bersamanya.

Tanpa mereka tahu bahwa itu adalah idenya untuk bisa keluar dari lubang tersebut. Pesan moral yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah jangan pantang menyerah saat menghadapi sebuah masalah.

Baca Juga :  Majas Hiperbola

Kura-Kura dan Kelinci

Berkisah tentang seekor kelinci sombong karena merasa dirinya lah yang tercepat di hutan. Ia menantang hewan lainnya untuk lomba lari dengannya dan kura-kura menerimanya. Awalnya kelinci menganggapnya sebuah lelucon karena tahu bahwa kura-kura berjalan dengan sangat lambat, tapi akhirnya ia bersedia untuk lomba lari bersama kura-kura.

Saat lomba sudah dimulai, kelinci memang berlari dengan cepat sementara kura-kura jauh tertinggal di belakang. Di tengah perjalanan, kelinci merasa tidak akan bisa disusul oleh kura-kura jadi ia beristirahat dan menyantap wortel yang ia temukan di hutan. Karena kekenyangan, ia pun mengantuk dan akhirnya tertidur.

Siapa sangka kura-kura pantang menyerah dan terus berjalan meski lambat hingga garis akhir dan memenangkan perlombaan tersebut. Dari cerita ini dapat diambil pesan bahwa anak tidak boleh sombong serta harus memiliki sifat gigih dan pantang menyerah untuk mencapai mimpi.

Keledai Malas

Mamboo adalah keledai yang malas dan selalu berusaha menari cara keluar dari pekerjaan yang diberikan oleh tuannya, sang tukang cuci.

Suatu hari, dia lari dari rumah tepat ketika tukang cuci mulai mencarinya. Ketika dia tidur di pertanian, badai debu besar dimulai.

Karena takut, Mamboo memutuskan untuk pulang. Sebenarnya dia juga takut bahwa tukang cuci akan memukulinya. Tetapi tukang cuci itu hanya senang bahwa Mamboo aman. Mamboo malu pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk tidak pernah malas lagi.

Nah itu lah contoh dai fabel, pengertian fabel, jenis-jenis, ciri, struktur, dan kaidah bahasa fabel. Semoga membantu!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements

Bantuin Share Yuk!

Leave a Comment