Majas Repetisi

Majas Repetisi – Pengulangan kata yang berfungsi untuk menyampaikan makna yang ada pada kata atau serangkaian kata tersebut.

Majas Repetisi

Pengertian Majas Repetisi

Majas repetisi adalah perangkat sastra yang mengulang kata atau frasa yang sama beberapa kali untuk membuat tulisan lebih jelas dan lebih mudah diingat. Ada beberapa jenis majas repetisi yang biasa digunakan dalam prosa dan puisi. Sebagai alat retoris itu bisa berupa kata, frasa, atau kalimat lengkap. Bisa juga berupa kalimat puitis yang diulang untuk menekankan signifikansinya dalam keseluruhan teks.

Majas repetisi tidak dibedakan hanya sebagai kiasan, tetapi lebih sebagai alat retoris. Majas ini adalah perangkat sastra di mana kata atau frasa diulang dua atau lebih kali. Pengulangan terjadi dalam berbagai bentuk yang biasanya tidak dianggap sebagai satu kiasan tunggal. Majas ini digunakan sebagai bentuk pengulangan yang mencakup sejumlah kiasan yang lebih spesifik. Biasanya penulangan diletakkan di atas, tengah, maupun bawah.

Menurut Para Ahli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas repetisi yaitu pengulangan kata yang berfungsi untuk menyampaikan makna yang ada pada kata atau serangkaian kata tersebut. Pengulangan kata dilakukan di awal supaya makna yang ada di dalamnya dapat tersampaikan dengan baik.

Tujuan Penggunaan Majas Repetisi

Ada beberapa tujuan digunakannya majas ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tokoh-tokoh pidato yang menggunakan majas ini biasanya untuk mengulangi kata-kata tunggal atau frasa pendek. Akan tetapi, beberapa orang hanya melakukan pengulangan kata sementara yang lain melakukan pengulangan seluruh kalimat.
  • Informasi berulang telah ditunjukkan secara ilmiah untuk meningkatkan kemungkinan mengubah pikiran orang. Kekuatan pengulangan yang persuasif adalah salah satu alasan hal itu sangat umum.
  • Sederhananya, majas repetisi adalah pengulangan kata atau frasa. Ini adalah alat retoris yang umum digunakan untuk menambah penekanan dan tekanan dalam menulis dan berbicara. Pengulangan banyak digunakan dalam puisi, prosa, di seluruh genre dan bentuk sastra maupun
  • Selain membantu menekankan atau menyoroti pemikiran dan poin penting, pengulangan bisa menjadi alat utama bagi penulis dan pembicara dalam mengembangkan gaya, nada, dan ritme.

Fungsi Majas Repetisi

Fungsi yang umum digunakan adalah digunakan untuk menulis puisi. Majas ini adalah alat puitis murni dan fungsi paling penting yang dapat disajikan majas ini dalam puisi adalah untuk memberikan tekanan dan menciptakan ritme. Ketika sebuah baris atau frasa berulang dalam sebuah puisi atau sepotong sastra itu menjadi nyata bagi para pembaca.

Dengan menggunakan majas ini, penyair dapat membuat ide-ide mereka mudah diingat dan menarik perhatian pembaca ke arah ide tertentu. Ini dilakukan dengan menggunakan satu baris berulang di seluruh karya puitis. Hal ini memungkinkan pembaca untuk mengambil jeda setiap kali membaca pengulangan seperti itu.

Jenis Majas Repetisi

Jenis-jenis majas repetisi berikut ini diklasifikasikan berdasarkan jenis pengulangan yang digunakan. Baik dalam literatur, karya sastra, maupun dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan pengulangan yang paling umum adalah:

  • Aliterasi: Pengulangan suara awal yang sama.
  • Anacephalaeosis: Ringkasan fakta yang diketahui.
  • Anadiplosis: Mengulangi kata terakhir di awal kalimat berikutnya.
  • Anaphora: Mengulangi kata-kata awal.
  • Antanaclasis: Mengulangi kata yang sama dengan makna yang berubah.
  • Antimetabole: Klausa berulang, membalik urutan kata.
  • Antistrophe: Mengulangi kata terakhir dengan frase yang berurutan.
  • Asonansi: Mengulangi bunyi vokal yang sama.
  • Auxesis: Peningkatan kepentingan.
  • Chiasmus: Dua frasa dengan pembalikan di beberapa tempat.
  • Consonance: Mengulangi suara konsonan.
  • Correctio: Koreksi untuk merevisi makna.
  • Dysrhythmia: Memutus pola ritmis.
  • Epanados: Mengulangi kata-kata dalam urutan terbalik.
  • Epistrof: Pengulangan kata atau frasa terakhir yang sama.
  • Epizeuxis: Pengulangan kata dengan penuh semangat.
  • Exergasia: Menyatakan kembali suatu titik dengan kata-kata yang berbeda.
  • Homoioteleuton: Akhiran yang mirip dengan kata-kata yang berdekatan atau paralel.
  • Hypozeuxis: Setiap klausa memiliki subjek dan kata kerja sendiri.
  • Inclusio: Menggunakan verba untuk suatu bagian dengan kata-kata yang sama.
  • Parachesis: Mengulangi suara yang sama dengan kata-kata yang berurutan.
  • Paralelisme: Pola berulang dalam sebuah kalimat.
  • Paregmenon: Pengulangan kata-kata dari akar yang sama.
  • Parison: Pola pencocokan lintas struktur.
  • Parisosis: Jumlah suku kata yang sama dalam klausa.
  • Paroemion: Aliterasi berlebihan.
  • Paromoiosis: Bunyi serupa di dua klausa.
  • Polyptoton: Pengulangan dalam berbagai bentuk.
  • Polysyndeton: Pengulangan konjungsi.
  • Repetitio: Mengulang satu kata.
  • Sajak: Mengulangi suara di akhir kata.
  • Sinonimia: Sinonim berulang untuk amplifikasi.
  • Tautologi: Mengulangi makna, tidak perlu.
  • Tricolon: Tiga komponen yang meningkatkan daya.

Ciri-Ciri Majas Repetisi

Majas ini memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakan dengan beberapa gaya bahasa lainnya. Untuk bisa membedakannya simak beberapa ciri-ciri yang ada di bawah ini.

  • Penulis banyak menggunakan majas ini baik dalam literatur, karya sastra, buku, karya tulis, maupun pidato. Majas ini adalah teknik hebat yang bisa digunakan penulis mana pun.
  • Sebagai standar ketika menggunakan majas ini harus mengulang suatu kalimat atau kata agar karya tersebut terlihat menonjol dan mendapatkan perhatian pendengat atau pembaca
  • Pengulangan secara umum terjadi dalam penulisan fiksi dan nonfiksi, penulisan kreatif, penulisan persuasif, tulisan formal atau informal. Sebagaimana disebutkan, majas ini ditemukan di semua genre, gaya, dan bentuk sastra.
  • Terdapat penekanan. Pengulangan kata atau frasa secara alami berfungsi untuk menyoroti pentingnya dalam suatu teks dan sebagai sesuatu atau ide.
  • Biasanya bersifat persuasi.
  • Biasanya terdapat ritme. Pengulangan menciptakan ritme alami dalam sebuah kalimat.
  • Majas ini berbeda dengan majas-majas yang lain. Carilah pengertian dan contoh majas retorika, contoh majas paralelisme, contoh majas antitesis, contoh majas tautologi, dan beberapa contoh majas lain agar lebih paham perbedaannya.

Macam-Macam Majas Repetisi

1. Anafora

Majas anafora adalah majas repetisi yang menggunakan pengulangan kata, frasa, atau klausa pada bagian awal kalimat.

Contoh penerapan majas anafora dalam kalimat :

Guruku, kaulah pahlawan tanpa tanda jasaku. Guruku, kaulah yang telah mengajarkanku banyak ilmu. Guruku, tanpamu, apalah dayaku.

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “guruku”.

Ikhlas ketika membantu orang lain, iklhas kepada siapapun kita memberi, ikhlas tanpa mengharap imbalan kembali.Wisnu Adi

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “ikhlas”.

Indahnya pemandangan alam, indahnya negeriku ini, indahnya ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.Wisnu Adi

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “indahnya”.

2. Epistrofa atau Epifora

Nah, berbeda dengan majas anafora yang menggunakan pengulangan kata pada awal kalimat. Pengulangan kata dalam majas epifora berada pada akhir kalimat.

Majas epistrofa atau epifora adalah majas yang menggunakan pengulangan kata, frasa, atau klausa pada bagian akhir kalimat.

Contoh penerapan majas epifora dalam kalimat :

Kalau kau mau, aku akan datang. Jika kau berkenan, aku akan datang. Bila kau minta, aku akan datang.

Klausa yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “aku akan datang”

Aku sedang bermain sepak bola ketika kau mandi. Ibu sedang memasak di dapur ketika kau mandi. Ayah sedang mencuci mobil ketika kau mandi.Wisnu Adi

Klausa yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “ketika kau mandi”.

3. Simploke

Majas simploke adalah majas yang menggunakan pengulangan kata, frasa, atau klausa pada bagian awal dan bagian akhir kalimat.

Contoh penerapan majas simploke pada kalimat :

Aku cari dirimu di rumah, kamu tidak ada. Aku cari dirimu di lapangan, kamu tidak ada. Aku cari dirimu di sawah, kamu tidak ada.Wisnu Adi

Klausa yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “kamu tidak ada”.

Kamu melihat pemandangan hutan, kamu memfotonya. Kamu melihat pemandangan air terjun, kamu memfotonya. Kamu melihat pemandangan bintang di atas langit, kamu memfotonya.Wisnu Adi

Klausa yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “kamu memfotonya”.

4. Mesodiplosis

Majas mesodiplosis adalah majas yang menggunakan pengulangan kata, frasa, atau klausa pada bagian tengah kalimat.

Contoh penerapan majas mesodiplosis pada kalimat :

Adi selalu minum saat belajar, Adi selalu minum saat di rumah, Adi selalu minum sebelum tidur. Adi selalu minum setelah bangun tidur.Wisnu Adi

Frasa yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “selalu minum”.

Dia makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah. Dia makan terlebih dahulu sebelum berolahrga. Dia makan lagi setelah pulang sekolah.Wisnu Adi

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “makan”.

5. Epanalepsis

Majas epanalepsis adalah majas yang menggunakan pengulangan kata pertama pada bagian akhir kalimat.

Contoh penerapan majas epanalepsis pada kalimat :

Dia bersedih karena mengingat pengalaman masa lalu dia.

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “dia”.

6. Anadiplosis

Majas andiplosis adalah majas yang menggunakan pengulangan kata, frasa, atau klausa paling akhir kalimat kemudian dijadikan kata, frasa, atau klausa pada awal dari kalimat berikutnya.

Contoh penerapan majas anadiplosis pada kalimat :

Di dalam kulkas ada es batu, es batu terbuat dari air, air mengalir dari hulu ke hilir.

7. Epizeukis

Majas epizeukis adalah majas yang menggunakan pengulangan kata secara berturu-turut dalam sebuah kalimat.

Contoh penerapan majas epizeukis pada kalimat :

Kemarin aku melihat temanku sedang memanjat pohon, pohon yang tinggi dan banyak buahnya.

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “pohon”.

Ibu sedang di dapur memasak ikan, ikan dari laut yang masih segar.

Kata yang sering diulang pada kalimat di atas adalah “ikan”.

8. Tautotes

Majas tautotes adalah majas yang menggunakan pengulangan kata yang dilakukan secara berulang-ulang dalam sebuah kontruksi pada kalimat.

Contoh penerapan majas tautotes dalam kalimat :

Dia mengejek kamu, kamu mengejek dia, dia dan kamu sama saja, tidak ada bedanya.

Cara Menggunakan Majas Repetisi

Majas ini adalah gaya bahasa yang sederhana dan cukup mudah digunakan secara tertulis. Beberapa yang perlu diperhatikan saat menggunakan majas ini adalah:

  • Pilih kata-kata yang penting dan perlu ditekankan.
  • Ulangi kata-kata itu dengan cara yang mudah diingat. Jika melakukan hal itu membuat karya semakin menonjol dalam pikiran audiens dan menjadikannya bermakna.
  • Jangan terlalu sering menggunakannya atau itu akan kehilangan maknanya. Cukup gunakan pengulangan di titik-titik ketika itu akan memiliki dampak paling besar.
  • Yang penting adalah menggunakan pengulangan dengan cara cerdas yang menambah penekanan pada ide-ide tertentu. Penekanan itu dapat membuat nada lebih meyakinkan, lebih emosional, lebih dramatis, dan lain-lain. Selain itu, pengulangan dapat menciptakan ritme yang membuat gaya karya menarik lebih menarik bagi penonton atau pendengar.

Contoh Majas Repetisi

Contohnya

  1. Dia akan berusaha belajar, belajar, dan belajar agar bisa menggapai impiannya.
  2. Ayah akan selalu menjagamu, menjagamu, dan menjagamu di mana pun kamu berada nak.
  3. Terdengar suara lirih, “kakak, kakak, kakak” aku dibuat ketakutan setiap kali mendengar suara itu.
  4. Stres, stres, dan stres. Itu adalah kata bisa mewakili perasaanku saat ini. Sekolah kadang kala tak seindah yang dibayangkan orang-orang.
  5. Dokter sudah mengingatkan kamu agar menjaga pola hidupmu. Istirahat, istirahat, dan istirahat adalah yang peling penting saat ini. Tubuhmu kelelahan.
  6. Zaman sekarang terkadang tidak aman lagi. Orang itu selalu menemuinya, menemuinya, dan menemuinya  lagi. Padahal mereka tidak saling kenal.
  7. Kuda adalah kuda, tentu saja. Dan tidak ada yang bisa berbicara dengan kuda. Tentu saja, kecuali kudanya adalah Tn. Ed yang terkenal.
  8. Oh celaka, oh celaka, celaka, celaka hari ini!
  9. Butuh bermil-mil untuk pergi sebelum aku tidur, dan bermil-mil untuk pergi sebelum aku menemukanmu.
  10. Aku merasa bahagia karena saya melihat yang lain bahagia dan karena aku tahu aku harus merasa bahagia, tetapi aku tidak benar-benar bahagia.
  11. Selamat pagi! Selamat pagi untuk kamu dan kamu! Saya akan mengatakan kepada semua orang.
  12. Kebencian menyebar di mana-mana, darah tumpah di mana-mana, perang pecah di mana-mana.
  13. Bahkan jika mereka adalah malaikat, aku akan mendapatkan malaikat yang bisa mengalahkan mereka.
  14. Hampir tidak ada yang lebih menyebalkan daripada membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak layak untuk dibuang.
  15. Orang yang tertekan berada dalam rasa sakit yang mengerikan cukup sulit mengartikulasikan rasa sakit ini. Rasa sakit akan menggerogotinya dengan perlahan.
  16. Paranoid bukan paranoid karena mereka paranoid, tetapi karena mereka terus menempatkan diri mereka dengan sengaja masuk ke dalam situasi paranoid.
  17. Pusing bisa jadi muncul karena pusing memikirkan hal membuat pusing.
  18. “Kuat, kuat, kuat” ini adalah kata-kata penyemangat untuk yang butuh penguat.
  19. Ada beberapa hal yang begitu tidak termaafkan sehingga membuat hal-hal lain mudah dimaafkan.
  20. Karena dunia adalah tempat hening, langit di malam hari ketika burung-burung pergi adalah tempat yang hening sekali.
  21. Setiap orang punya impian, impian inilah yang membuatnya bertekad.
  22. Izin meninggalkan dunia bukan berarti sepenuhnya meninggalkan dunia.
  23. Semua pasti ada hikmahnya. Hikmah pasti datang pada waktunya.
  24. Jangan ragu, ragu akan membuat yang lain jadi ikut meragu.
  25. Pastikan waktunya pas, jika waktunya pas momen akan terasa sempurna.
  26. Mereka selalu bingung dan bingung. Padahal situasinya tidak membingungkan.
  27. Kita harus saling menghargai, karena saling menghargai bisa jadi pemersatu.
  28. Ingat! Selalu ingat semua perjuangan.
  29. Jika ada kesalahan perbaiki, perbaiki semua agar situasi membaik.
  30. Jangan pergi lagi. Demi apapun jangan pergi lagi.
  31. Ibu bercerita sebuah cerita setiap malam. Bercerita betapa indahnya dunia.
  32. Aku mengerti, sungguh mengerti semua yang kau maksud.
  33. Tetaplah bertahan, bertahan apapun situasinya.
  34. Hidupkan semangat juang! Pemuda tak boleh kehilangan semangat juang.
  35. Dia kembali untuk pergi, selalu seperti itu. Sekarangpun sama, kembali untuk pergi.
  36. Impian ini milikmu. Tak ada bisa mengambil impian-impian kamu.
  37. Usaha pasti membuahkan hasil. Apapun itu, tetap usaha dan usaha.
  38. Jika ini yang terbaik pasti akan kembali kepada yang terbaik pula.
  39. Hidupkan semangatmu, jangan biarkan semangatmu hilang.
  40. Niatkan bekerja untuk ibadah. Bekerja untuk ibadah akan membuatmu tenang.
  41. Ikuti kata ibumu. Semua kata ibumu ini adalah doa.
  42. Sampah-sampah bisa lagi gunung sampah jika dibiarkan begitu saja.
  43. Mengenang perjuangan tidak hanya berziarah. Mengenang perjuangan bisa dengan lagu-lagu.
  44. Jika Anda pikir Anda bisa melakukannya, Anda bisa melakukannya.
  45. Bocah itu adalah pemain bola yang baik, karena ayahnya adalah pemain bola, dan kakeknya adalah pemain bola.
  46. Burung itu berkata, “Aku tidak bernyanyi karena aku bahagia, aku bahagia karena aku bernyanyi”.
  47. Politisi menyatakan, “Kami akan berjuang apa pun yang terjadi, kami akan berjuang di semua lini, kami akan berjuang selama seribu tahun”.
  48. Hakim memerintahkan dan mengetuk palu di atas meja, “Pesan di pengadilan, pesan di pengadilan”.
  49. Para pengungsi sedang menyeberang ke negara tetangga ketika mereka melihat darah di sekitar mereka, darah di lorong-lorong, darah di ladang, darah di banyak daerah.
  50. Ketika mereka keluar dari ruang bioskop yang mereka semua sepakati ternyata itu tidak sesuai dengan harapan. Film itu membuang-buang uang dan film itu buang-buang waktu dan tenaga.
  51. Bocah itu ketakutan ketika dibawa ke rumah sakit. Dia ketakutan setidaknya pada suara. Dan dia ketakutan memandang ke luar ruangan.
  52. Presiden berkata, “Bekerja, bekerja, dan bekerja,” adalah kunci keberhasilan.
  53. Sang orator berkata, “Selamat pagi untuk yang tua, selamat pagi untuk yang muda, selamat pagi untuk setiap orang yang hadir”.
  54. Kapten tim menegaskan kembali tekadnya untuk memenangkan pertandingan, memenangkan turnamen, dan memenangkan hati rakyatnya.
  55. Jenderal itu berkata kepada pasukannya, “Prajurit kalian harus berjuang demi kehidupan rakyat kalian, berjuang demi keluarga , dan berjuang demi negara”.
  56. Bos mengulangi nasihat rutinnya, “Jangan datang terlambat, jangan pergi lebih awal, dan jangan menunda pekerjaan Anda.”
  57. Para siswa meneriakkan untuk membangkitkan semangat tim mereka selama pertandingan, “Kami akan menang, kami akan menang.”
  58. Bos baru mengatakan bahwa dalam organisasi ini orang yang salah ketahuan ditunjuk untuk pekerjaan yang salah, mengikuti prosedur yang salah, tetapi ini tidak akan terjadi lagi.
  59. Mengendalikan kehilangan tidak sulit untuk dikuasai. Begitu banyak hal yang tampaknya dipenuhi dengan niat. Mengendalikan kehilangan mereka bukanlah sebuah bencana.
  60. Niat bertahan sudah hilang, niat berjuang sudah hilang, niat memulai sudah hilang.
  61. Kami sedikit bahagia, kami sedikit bahagia karena kami sekumpulan saudara.
  62. Selamat jalan ibuku, selamat jalan penerang hatiku.
  63. Marilah kalian jemput guru kita, marilah kalian jemput pahlawan tanpa tanda jasa kalian, marilah kita jemput beliau dengan suka cita.
  64. Aku menginginkanmu, aku mengharapkanmu, aku berjuang untukmu.
  65. Kasih sayang adalah pengorbanan, kasinh sayang merupakan bentuk kesetiaan, kasih sayang adalah sebuah anugerah.
  66. Mimpi jadi sebuah angan-angan, mimpi patut jadi penantian, mimpi terkadang itu menyakitkan
  67. Bersabar, bersabar, dan terus bersabar adalah cara terbaik menggapai kesuksesan.
  68. Bermimpilah, bermimpilah, dan teruslah pupuk mimpi itu dengan doa dan usaha
  69. Dia masih saja mengingat, mengingat dan selalu saja mengingat kelemahan keluarganya.
  70. Hidup ini bukan hanya sekedar perjuangan, hidup ini bukan sekedar bersenda gurau, hidup ini adalah sebuah persiapan untuk kehidupan kekal kelak.
  71. Para ahli kesehatan telah melarang dia untuk membeli obat-obatan yang tidak ada di dalam resep. Membeli obat-obatan tanpa resep bisa berakibat buruk.
  72. Untuk, sekolah ini adalah yang paling, paling, dan paling terbaik.
  73. Saudaramu yang menyiapkan makanan, saudaramu yang menyiapkan kebutuhan, saudaramu yang menjagamu setiap saat tapi kenapa kamu jadi seperti ini setelah apa yang lakukan saudaramu.
  74. Di dalam tubuh ada banyak kekuatan tersembunyi. Di dalam tubuh ada banyak ruang bawah sadar yang tersembunyi.
  75. Masyarakat tidak memilihnya karena dia sangat pemarah, masyarakat tidak memilihnya karena dia kurang bertanggung jawab, masyarakat tidak memilihnya karena dia tidak bijaksana.
  76. Hanya di ruangan ini kakak memenukan kedamaian, hanya di ruangan ini kakan menemukan kebahagiaan, karena hanya di ruangan ini semua kenangan tersimpan.
  77. Ruangan yang kau tempati, pangkat yang kau banggakan, uang yang kau nikmati adalah usaha dari pamanmu.
  78. Selama di rumah sakit anak itu selalu saja mengingatkanku pada kakak-kakakku dan kakak-kakak sepupuku
  79. Warga menggelar rapat untuk membahas kebersihan desa dan warga menggelar rapat untuk memastikan keamanan desa.
  80. Para peserta banyak yang hilang kendali, hilang kontrol, dan hilang adab.
  81. Kesopanan yang ditunjukkan anak itu menarik perhatian banyak orang dan juga kesopanan yang ditunjukkan anak itu berbuah keberhasilan.
  82. Kalau sudah berada di dalam rumah rasanya ingin tidur, tidur, dan tidur.
  83. Tidak ada yang bisa mengalahkan makanan buatan nenek karena rasanya sangat, sangat, sangat unik.
  84. Pemain basket itu tidak lelah latihan setiap hari. Mereka tidak telah latihan walau cuaca panas.
  85. Jangan lagi bicara soal penghianatan, jangan lagi, jangan lagi.
  86. Meskipun telah dikepung musuh, dia tidak hilang semangat, dia tidak hilang arah, dan tetap percaya akan selamat.
  87. Boneka-boneka ini cukup unik untuk dijadikan koleksi boneka-boneka adikku
  88. Rumah mewah itu bisa dijadikan tempat tinggal sementara karena rumah mewah sebelumnya masih diperbaiki.
  89. Setelah ditinggal pergi istrinya dia selalu merasa kesepian, dia selalu merasa sunyi.
  90. Jangan pergi ke tempat itu lagi. Itu tempat berbahaya, sungguh tempat berbahaya.
  91. Tentara adalah abdi negara. Tugasnya adalah menjaga negara, menjaga rakyat, dan menjaga wilayah kita semua,
  92. Kapan-kapan ingin sekali mencoba wahana menyeramkan di lokasi wisata Jepang. Wahana menyeramkan bias jadi salah satu impianku tahun ini.
  93. Cuaca saat ini sangat panas dan menyengat. Terkadang cuaca berubah dingin terkadang cuaca berubah panas.
  94. Pemerintah harus mendapatkan kembali kepercayaan rakyat. Kepercayaan rakyat yang hilang bias berubah menjadi boomerang untuk elit politik.
  95. Dalam mencapai sebuah pencapaian kita perlu berusaha lebih keras, lebih keras, dan lebih keras.
  96. “Selamat datang bapak dan ibu, selamat  datang saudaraku”, ucap seorang dari dalam rumah.
  97. Suasana pegunungan sangat indah, sangat asri, dan sangat menenangkan jiwa raga yang penat dengan rutinitas.
  98. Masakan chef itu sangat menggugah selera, sangat menggugah nafsu makan, dan sangat lezat kelihatannya.
  99. Hingga akhir waktunya dia tak henti-henti menyebut nama keluarganya, tak henti-henti menyebut nama saudaranya.
  100. Buah dari rasa syukur bisa menenangkan jiwa, buah dari rasa syukur bisa menghalau gundah gulana.

Nah! itulah pengertian, tujuan, fungsi, jenis, macam, dan contoh dari majas repetisi. Semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu dan lebih mendalami materi mengenai majas.

X CLOSE
Advertisements

Check Also

Teks Pantun

Teks Pantun – Puisi lama yang masih bertahan sampai saat ini adalah pantun. Apa yang …