Majas Metafora

Majas Metafora – Majas ini sering muncul di pelajaran sekolah. Majas Metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan kata pembanding atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.

Majas Metafora

Pengertian Majas Metafora

Majas metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan kata pembanding untuk mewakili hal lain atau bukan yang sebenarnya mulai dari bandingan benda fisik, sifat, ide, atau perbuatan lain. 

Metafora dapat menambahkan efek dramatis pada kalimat. Sehingga, ide klise untuk merendahkan diri sendiri seperti ini terasa lebih kuat. Kekuatan atau efek dramatis yang dihasilkan oleh metafora terletak pada kontras perbandingan yang dilakukan.

Metafora adalah majas yang memakai perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Majas metafora ini termasuk ke dalam majas perbandingan.

Perbedaan Metafora dan Simile

Tarigan (2013, hlm. 15) Mengtakan bahwa metafora adalah pemakaian kata-kata tanpa arti sebenarnya, melainkan sebagai gambaran yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Didalamnya terdapat perbandingan singkat yang tersusun rapi untuk menghasilkan makna yang lain.

Namun, metafora adalah perbandingan yang implisit dan tidak langsung mengatakan bahwa Aku tampak seperti monyet, atau kamu bagaikan bidadari. Perbandingan seperti itu adalah majas simile, bukan metafora.

Metafora akan langsung menyebut subjek yang dibandingkan sebagai bidadari, tanpa kata penunjuk seperti: bagaikan,  tampak, bak, dsb.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat Nurgiantoro (2017, hlm. 227) yang mengungkapkan bahwa metafora adalah bentuk perbandingan antara dua hal berupa benda, fisik, ide, sifat, atau perbuatan lain yang bersifat implisit, hubungan antar keduanya bersifat sugesti tanpa kata penunjuk perbandingan.

Sederhananya, perbedaan metafora dan simile terletak pada penggunaan kata penunjuk. Simile akan menggunakan kata penunjuk: bagaikan, tampak, bak, seperti, dsb, sementara metafora tidak menggunakan.

Metafora: Aku ini binatang jalang.

Jenis Majas Metafora

Melanjutkan penjelasannya mengenai metafora, Nurgiantoro (2017) membagi metafora menjadi tiga jenis pembanding. Berikut adalah penjelasannya.

Metafora Eksplisit (In Praesetia)

Merupakan pembanding tiga hal yang ditunjukkan secara jelas untuk pembandingnya. Contohnya: Aku adalah burung yang ingin terbang bebas di angkasa. Jelas-jelas bahwa ia mengibaratkan atau membandingkan dirinya dengan

Metafora Implisit (In Absentia)

Yaitu pembanding yang tidak ditunjukkan langsung tetapi menggunakan kata yang tersembunyi. Contohnya adalah: Sayapku patah, namun terbang bukanlah pilihan. Daripada dengan gamblang (eksplisit) menyebutkan burung, majas menggunakan sayap dan terbang sebagai penunjuk secara tidak langsung terhadap perbandingan dirinya dengan burung.

Metafora Usang

Merupakan ungkapan perbandingan yang sudah lazim untuk digunakan dan telah banyak dipahami maknanya oleh masyarakat luas tanpa harus berpikir lama. Contohnya: Aisyah adalah kembang desa di kampung itu.

Contoh Majas Metafora

Berikut adalah berbagai contoh majas metafora yang menggunakan berbagai jenis perbandingan, tema dan penggunaan yang berbeda.

  1. Sayapku patah, namun terbang bukanlah pilihan; hidup dan mati.
  2. Aku mengental dalam tarianmu pada kapal-kapal kaku.
  3. Tikus-tikus itu tak kenal lelah menggerogoti nafkah rakyatnya.
  4. Engkau adalah hamparan ilalang bagi hembusan nafasku.
  5. Raja kelana berbisik kepadaku untuk pulang.
  6. Kembang-kembang bertumbuhan di dadaku ketika kau menyapa.
  7. Ombak badai menghantam kepalaku saat ia berteriak.
  8. Malaikat itu perlahan mengusap kepalaku yang bersimbah darah.
  9. Aku terdaging di puncak-puncak kediaman hening, mengeras dalam hujan panjang.
  10. Pengacara itu adalah harimau di antara kancil-kancil yang hanya pandai untuk meloncat.
  11. Senyumannya seindah embun pagi yang menyegarkan.
  12. Orang yang memakai kacamata sering dijuluki kutu buku.
  13. Pria yang sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat.
  14. Salah satu sikap baik adalah memiliki perasaan yang rendah hati.
  15. Perlu usaha keras untuk menjadi anak emas di kelas, yaitu dengan belajar.
  16. Si jago merah berhasil melahap hampir semua perumahan yang ada di Depok.
  17. Kita harus mampu belajar untuk berlapang dada dalam menerima setiap ujian hidup.
  18. Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

Nah itulah sedikit penjelasan dari pengertian, perbedaan, jenis, beserta contoh dari majas metafora. Semoga Membantu

Check Also

Kata Sandang

Kata Sandang – Salah satu jenis keragaman kata yang ada di bahasa Indonesia yang sering …