Epilog Adalah

Epilog Adalah bagian akhir dari suatu sastra dan literatur, biasanya digunakan untuk menutup cerita. Epilog disajikan dari sudut pandang di dalam cerita tersebut. Kebalikannya adalah prolog; sebuah tulisan di awal sebuah karya sastra atau drama, biasanya digunakan untuk membuka cerita dan menarik perhatian.

Apa itu Epilog?

Epilog adalah bagian akhir dari suatu cerita untuk menjelaskan inti dari cerita tersebut.

Apa yang dimaksud Epilog?

Epilog adalah bagian akhir dari suatu cerita untuk menjelaskan inti dari cerita tersebut.

Apa itu prolog dan epilog?

Prolog adalah pembukaan atau awal sebuah cerita. Sedangkan epilog merupakan amanat dan penutupan dari sebuah cerita atau drama.

Epilog Adalah

Pengertian Epilog

Epilog berasal dari bahasa Yunani “epilogos” yang memiliki arti kesimpulan. Epilogo atau disebut juga outro merupakan salah satu elemen penting dalam suatu karya sastra dengan menampilkan kejutan di akhir cerita.

Umumnya, epilog bersifat retoris, yakni mengajak para penonton, pendengar, atau pembaca untuk menangkap hikmah dibalik cerita yang sarat akan nilai-nilai kehidupan.

Menurut wikipedia, Epilog adalah bagian akhir dari suatu sastra dan literatur, biasanya digunakan untuk menutup cerita.

Dalum Kamus, Fungsi dari epilog, yaitu menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu, yang jika dalam drama disampaikan oleh seorang aktor pada akhir cerita.

berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa epilog merupakan bagian penutup dan akhir dari suatu karya sastra dan bertujuan untuk menafsirkan intisari ataupun maksud dari karya sastra tersebut. Penulisan singkatan akhir dari sebuah cerita.

Seperti yang dijawab di website brainly, yaitu definisi epilog adalah akhir dari cerita, amanat dan intisari dari cerita tersebut.

Antonim dan Sinonim Epilog

Antonim Epilog

Antonim Epilog adalah Prolog. 

Sinonim Epilog

Persamaan dari Epilog adalah penutup dalam cerita. 

Perbedaan Prolog, Dialog, Epilog, dan Monolog

Epilog, dialog, prolog, dan monolog adalah istilah yang sangat familiar dalam suatu karya sastra.

Namun, masih banyak pula diantara khalayak yang belum benar-benar memahami perbedaan dari keempatnya. Padahal, keempatnya jauh berbeda, meski sering ditemukan bersama-sama ada dalam suatu teks cerita.

Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat mengenai Dialog, Prolog, dan Monolog serta apa yang membedakannya.

Prolog

Prolog dinamakan juga pengantar naskah atau intro. Sebagai awal atau pendahuluan dalam suatu cerita, prolog berisikan tentang keterangan atau pendapat singkat isi cerita atau pengenalan tokoh yang berperan di dalamnya.

Prolog merupakan kebalikan dari epilog. Jika epilog berada di akhir, maka prolog atau intro terletak di awal sebagai pembuka dari suatu karya sastra

Prolog memiliki fungsi sebagai gambaran dari isi cerita. Adanya prolog adalah untuk menarik minat pembaca atau penonton.

Tentu saja prolog dan epilog sangatlah berbeda karena epilog berada di bagian akhir sedangkan prolog berada di bagian awal-awal cerita. Namun, fungsinya sama yaitu menjembatani cerita-cerita tersebut. Lebih jelasnya bisa lihat di Prolog Adalah

Dialog

Percakapan antara 2 tokoh atau lebih dalam suatu karya sastra disebut dengan dialog. Dialog berfungsi sebagai inti dari isi cerita, yaitu menjelaskan konflik cerita, menjelaskan alur ceria, dan menghadirkan ekspresi dan karakter tokoh.

Dialog muncul pertama kali sebagai narasi pada seni retorika dalam Literatur Yunani dan India.

Seni retorika adalah suatu teknik berbicara atau berkomunikasi yang bersifat persuasif atau merayu guna meyakinkan  penonton, pendengar, atau pembaca.

Monolog

Monolog merupakan suatu percakapan yang hanya dilakukan oleh satu tokoh. Dengan kata lain, monolog merupakan percakapan tunggal yang umumnya bertujuan untuk menunjukkan ekspresi dan emosi pada tokoh.

Monolog biasa dilakukan tokoh dengan pembicaraan di dalam hati atau berbicara di depan cermin. Namun, ada pula sebuah drama yang memang hanya menampilkan seorang tokoh dan ia berbicara sendiri di atas panggung.

Nah, monolog ini jelas berbeda dengan epilog, hal ini terjadi karena monolog seperti dialog, merupakan isi yang ada dalam sebuah cerita, sedangkan epilog adalah konklusi yang ada di akhir-akhir dari cerita tersebut.

Contoh Epilog

Contoh Epilog Singkat

Malin kundang pun telah berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun terhadap Ibunya karna kesalahannya yang tidak mengakui ibunya sendiri. Kapal, kru dan istrinya tenggelam ke dasar laut. Tidak ada yang bisa membantah ataupun menghalangi kemurkaan ibunya terhadapnya. Kini malin kundang kena batunya karena durhaka terhadap ibunya. Itulah hasil apabila kami memberontak terhadap orang tua kami khususnya untuk bunda kita.

Contoh Epilog dalam Drama

Akhirnya pagelaran Tahunan yang diadakan setiap akhir tahun berjalan dengan baik. Musik dan drama berhasil ditampilkan, yakni permainan piano dan pertunjukkan drama tentang persahabatan. Para siswa bersorak gembira dan pengambilan video dan foto untuk kenang-kenangan. Sehabis itu, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira tanpa kesedihan.

Contoh Epilog Novel / Wattpad

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,

Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,

Segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu?

Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,

Bagai unta memahah biak makanannya,

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

– Jalaluddin Rumi-

Aku tak pernah tau takdir macam apa yang akan membawaku. Tetapi yang kutahu, Allah selalu punya rencana terindah untuk hamba-Nya

Di setiap sebalik kata, pastilah ada sebuah makna. Di setiap untaian doa, pasti terbesit sebuah asa. Meskipun asa terkadang berbalik dengan keinginan kita. Tetapi aku kembali yakin, Allah yang akan memberi jawaban terindah dari semuanya

Kau yang tak mungkin kugapai, nyatanya nyata-nyata menjadi belahan jiwa. Lucu? Kurasa tidak. Karena Allah sudah merencanakan skenario terindah untuk kita

Meskipun cinta kita tak sesuci cinta dalam diamnya Ali dan Fatimah yang bahkan iblis pun tidak tahu, Tak seindah Yusuf dan Zulaikha yang mendekat karena takwa kepada-Nya, tapi hamba yakin … kisah cinta ini akan berbuah surga

Aku percaya … cinta kita itu tidak akan ada pengkhianatan, layaknya buaian nafas dalam sujud. Kita menghamba dengan riuhan doa berbisik tanpa suara di tanah, tetapi terdengar sampai langit. Aku tidak tau berapa banyak tangisan yang sudah kau adukan kepada-Nya karena perbuatanku. Berapa lama kamu mengadu kepada-Nya di balik sujudmu itu. Hingga akhirnya riuhan tangis dan buaian nafasmu itu diijabah oleh-Nya.

Contoh Prolog, Dialog, dan Monolog

Contoh Prolog

Waktu telah menunjukkan jam 8 pagi. Matahari sudah bersinar dengan terangnya. Secangkir kopi kuresapi perlahan hingga hanya ampas yang tersisa. Seperti biasa, aku sudah di kantor dan siap untuk memulai pekerjaanku.

Keseharianku memang terlalu monoton dan semua berjalan flat, sehingga teman-temanku menjulukiku “si cupu”. Entah apa yang membuatku dipanggil demikian, apakah karena aku yang tak pernah menikmati klub malam, atau karena aku yang masih memilih sendiri di usiaku yang kini menapaki angka 36.

Mungkin inilah sebabnya teman-temanku bersemangat menjodohkanku. Tidak sedikit pria yang sudah mereka kenalkan kepadaku, tetapi ahh aku masih nyaman dengan hidupku yang sekarang.

Contoh Dialog

Di sebuah taman kampus

Goldi : “Hai, Rin ! Tumben sendirian. Dimana Rani?”
Gelita : “Rani masih ada kelas, Di.”
Goldi : “Lho, bukannya kalian sekelas?”
Gelita : “Ini mata kuliah tambahan, Di. Aku tidak ambil kelas ini. Ada apa mencari Rani?”
Goldi : “Ah tidak ada apa-apa kok, Rin.”
Gelita : “Jangan-jangan kau menaksir adikku ya? Awas saja sampai kau sakiti dia. Aku orang pertama yang akan menghajarmu !”
Goldi : “Mustahil ! Aku tak akan sampai hati melukai hati partner pelaminanku. Ahh…tak sabar rasanya menjadi adik iparmu.”
Gelita : “ Cih, you wish! Ha..ha…ha..  Sebaiknya jangan terlalu tinggi berkhayal, nanti bisa gila.”

Contoh Monolog

Seorang karyawan tiba dikantor dengan wajah yang lelah. Ia menaruh tasnya dibawah meja, sambil duduk ia menghela napas panjang

Andai saja lokasi kantorku dekat dengan tempat tinggalku. Hal ini tidak akan aku rasakan berulang setiap paginya. Energiku sudah habis di perjalanan.

Otakku sudah tak lagi bersahabat untuk menyelesaikan pekerjaanku yang menumpuk ini dan memenuhi memori ku. Ragaku rasanya ingin berteriak karena hanya bisa beristirahat 5 jam setiap harinya. Support sistemku sudah pergi beberapa tahun silam.

Setiap pagi aku harus melajukan motorku untuk jarak tempuh  30 km. Belum lagi, macetnya Jogja yang harus ku arungi telah berhasil menyita sebagian besar waktuku. Lelah sekali rasanya.”

Itu lah pengertian dan beberapa contohnya dari epilog, monolog, dialog, dan prolog. Kamu juga bisa mempelajari dengan membaca novel atau cerita wattpad, seperti Buku Garis Waktu milik Fiersa Besari, Mariposa,Tentang Rindu milik Boy Candra, Dear Nathan, Cerita Tanah Jawa, Manusia setengah salmon, Harry Potter, dan beberapa cerpen berbahasa Indonesia. 

Check Also

Makna Kata

Makna Kata –  Bahasa yang digunakan mudah untuk dimengerti, dipahami, dan tidak disalahpahami dari sudut …