Contoh Teks Tantangan Singkat

Bantuin Share Yuk!

Contoh Teks Tantangan Singkat – Teks Tantangan adalah teks yang mengandung informasi bantahan terhadap hal yang sedang kontroversial atau menjadi perdebatan di masyarakat yang dilengkapi dengan data-data dan argumen yang bisa memperkuat bantahan tersebut.

Berikut kami berikan contoh teks tantangan singkat di bawah ini :

Contoh Teks Tantangan Singkat

Contoh 1

Sampah Sungai Ciliwung

Pengantar

Tidak pernah diperkirakan sebelumnya jika di dalam kurun waktu 100 tahun saja berbagai sungai yang ada di kota Jakarta telah mengalami penurunan kualitas yang amat besar. Di abad ke 19, air sungai yang ada disana masih bening sehingga bisa dimanfaatkan untuk air mandi, mencuci pakaian, bahkan untuk minum.

Argumen

Namun pada zaman sekarang ini sebab semakin banyaknya arus urbanisasi ke kota Jakarta, keadaan salah satu sungai yang ada di kota jakarta yaitu sungai Ciliwung semakin amburadul. Banyaknya pemukiman kumuh yang ada disana membuat sungai Ciliwung berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah serta tinja terpanjang yang ada di dunia.

Simpulan

Sehingga dapat kita lihat sekarang betapa mirisnya keadaan sungai Ciliwung, sebab tingkah laku manusia yang seenaknya sendiri dimana mereka tetap membuang sampah sembarangan. Bisakah kita meningkatkan kesadaran khususnya di perkara membuang sampah? Seharusnya kita bisa, kita tunggu saja semoga kedepannya kondisi sungai Ciliwung dapat terbebas dari sampah.

Contoh 2

Narkoba

Pengantar

Narkoba merupakan obat – obatan terlarang pemakaiannya di negara Indonesia. Khususnya untuk usia muda dan pemakaiannya untuk hal negatif. Pemerintah sudah gagal dalam melindungi masyarakatnya dari jeratan narkoba satu ini.

Argumen

Narkoba merupakan salah satu produk obat – obatan di dalam dunia medis. Penggunaannya di dalam kehidupan sangat diatur serta sangat tidak dianjurkan di dalam kebutuhan masyarakat luas. Hal tersebut dikarenakan adanya efek obat yang membuat kecanduan untuk penggunanya.

Tetapi maraknya jumlah peredaran narkoba tidak saja disebabkan lemahnya faktor pemerintah tetapi rendahnya pengawasan masyarakat sekitar yang menyebabkan tingginya pemakai narkoba di negara Indonesia.

Sebagai contoh sederhana pengguna narkoba pada usia remaja. Bagaimana bisa pemerintah mampu mengecek setiap anak remaja yang ada di negara Indonesia yang sudah memakai narkoba. Keluarganya serta orang – orang yang ada sekitarnya lah yang seharusnya mampu untuk mendeteksi dini perilaku serta kebiasaan anak – anaknya.

Simpulan

Kecanduan narkoba ini diakibatkan lemahnya kontrol dari keluarga serta masyarakat di dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak – anak.

Masyarakatlah yang menjadi oknum paling berpotensi untuk menghentikan peredaran narkoba di negara Indonesia dengan menciptakan hubungan yang harmonis pada keluarga, menciptakan lingkungan yang aman dari perilaku yang menyimpang yang dikerjakan oleh orang dewasa.

Contoh 3

Tawuran Antar Pelajar

Pengantar

Perkelahian atau tawuran kerap kali terjadi diantara pelajar. Fenomena sosial satu ini juga telah dianggap lumrah oleh masyarakat yang ada di Indonesia. Sebab tawuran menjadi salah satu kegiatan rutin dari pelajar yang menginjak usia remaja.

Tawuran yang terjadi antar pelajar ini kerap terjadi di kota – kota besar yang seharusnya mempunyai masyarakat dengan peradaban yang lebih maju.

Argumentasi

Para pelajar remaja yang kerap melakukan aksi tawuran ini merasa lebih senang melakukannya di luar sekolah.

Tawuran itu juga sudah menjadi kegiatan yang turun temurun pada beberapa sekolah.Sehingga tak heran jika ada juga yang berpendapat jika tawuran telah menjadi budaya serta tradisi pada sekolah tertentu.

Baca Juga :  Contoh Teks Eksplanasi Gerhana Bulan

Padahal, masalah dari tawuran antar pelajar ini memberikan dampak yang panjang, tak hanya untuk pelajar yang terlibat, tetapi keluarga, sekolah, dan juga lingkungan masyarakat di sekitarnya.

Tawuran kerap berlangsung tak hanya dari pelajar SMA namun juga dari pelajar SMP. Hal tersebut nampak dari tahun ke tahun dengan jumlah perkelahian dan korbannya yang cenderung meningkat.

Pelajar yang seharusnya menimba ilmu di sekolah untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik dalam menjadi penerus bangsa malah berkeliaran urakan di luar.

Tawuran ini menjadi suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dikerjakan oleh sekelompok orang.

Perilaku menyimpang satu ini pada umumnya dikarenakan adanya masalah sepele yang disebabkan oleh hal – hal serius sehingga menjurus kepada tindakan kekerasan.

Tawuran yang terjadi antar pelajar sekarang ini telah menjadi masalah yang sangat mengganggu ketertiban serta keamanan di lingkungan sekitarnya.

Sekarang ini, tawuran antar pelajar sekolah tak hanya berlangsung di lingkungan sekolah tetapi juga berlangsung di jalan jalan umum yang mana menyebabkan rusaknya fasilitas publik.

Penyimpangan pelajar satu ini juga membuat banyak orang bingung serta takut bagaimana untuk mengatasinya hingga akhirnya melibatkan kepolisian untuk meredamnya.

Hal tersebut disebabkan senjata yang dibawa oleh pelajar yang digunakan ketika tawuran merupakan alat bantum seperti benda batu, kayu, hingga benda tajam lainnya.

Simpulan

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tawuran antar pelajar diantaranya yaitu:

  • Bisa saja terjadi sebab adanya ketersinggungan salah satu kawannya.
  • Adanya sejarah permusuhan yang telah mendarah daging dari generasi sebelumnya dengan sekolah lain.

Oleh sebab itu harus ada faktor pendukung yang membuat pelajar tersebut sadar akan dampak tawuran. Faktornya bisa dari keluarga, lingkungan dan juga sekolah.

Contoh 4

Budaya Merokok

Pengantar

Sekarang ini, budaya merokok sudah merambah hingga ke berbagai kalangan di negara Indonesia, mulai dari anak -anak remaja hingga para wanita.

Bahaya dari rokok serta dampaknya untuk kesehatan memang telah dicantumkan di dalam bungkus rokok yang dijual dipasaran.

Di dalam kemasan telah disebutkan bahaya rokok dalam kesehatan seperti “Dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi serta gangguan kehamilan dan janin”.

Namun hal tersebut tidak menghambat para perokok aktif di negara Indonesia, bahkan dunia.

Argumentasi

Kita turut prihatin dengan semarak meluasnya budaya merokok di tengah – tengah kehidupan masyarakat.

Sedikitnya terdapat dua poin yang membuat kita untuk menundukkan kepala sebagai tanda duka.

Pertama, data sudah menyatakan jika jumlah perokok terbanyak ada di dalam kalangan orang – orang miskin serta negara – negara miskin yang konon mencapai hingga 80 persen.

Wajar saja jika Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa – Bangsa (WHO) mendesak supaya seluruh negara tanpa kecuali memberlakukan larangan total kepada segala bentuk iklan, promosi, serta sponsor rokok, demi kesehatan 1,8 miliar anak yang ada di dunia.

Kedua, jumlah perokok terbesar sampai 80 persen merupakan kalangan remaja. Yang berarti, remaja kita ke depan ada di dalam bahaya, khususnya racun yang ada di dalam rokok.

Jika tidak diantisipasi dengan cermat dunia dapat dipenuhi dengan generasi yang tidak sehat alias berpenyakit paru – paru, kanker dan lainnya. Termasuk negara Indonesia.

Baca Juga :  Perbedaan Objektif dan Subjektif

Di negara Indonesia pemasaran rokok merupakan pemasaran produk yang paling heboh!

Gencarnya dalam menyelusup ke berbagai wilayah kehidupan masyarakat di semua strata. Tua, muda, miskin hingga kaya dapat menikmati rokok.

Hal yang biasa, produsen rokok juga menjadi sponsor acara musik, sehingga masyarakat, kawula muda terutaram menikmati pertunjukkan musik artis idolanya secara percuma.

Serta menjadi sponsor acara olahraga. Walaupun didunia olahraga, merokok merupakan hal yang tabu. Menjadi donatur atau sponsor untuk pengelolaan, keindahan taman suatu kota, kegiatan seminar dan yang lainnya.

Kesimpulan

Budaya merokok adalah budaya yang sangat buruk yang sekarang ini tengah berkembang dilingkungan masyarakat.

Sehingga sudah sepantasnya kita para pemuda untuk dapat menilai mana yang baik dan mana yang buruk.

Serta apabila dilihat dari dampak yang diberikan dari merokok, maka tidak ada dampak yang positif yang ada sehingga sudah seharusnya kita mulai program berhenti merokok di Indonesia dan bahkan dunia.

Contoh 5

Ujian Nasional Berbasis Komputer

Pengantar

Perkembangan teknologi telah meluas ke semua bidang, tidak terkecuali di dalam bidang pendidikan. Salah satu contoh nyatanya yaitu penggunaan komputer pada ujian nasional atau dikenal sebagai UN CBT ( Ujian Nasional Computer Based Test ). Metode Ujian Nasional satu ini telah menggantikan metode lama dalam memakai kertas atau yang biasa disebut sebagai UN PBT ( Ujian Nasional Paper Based Test ).

Walaupun cara baru ini digadang – gadang dapat mengurangi nilai kecurangan pada ujian serta meminimalisir kesalahan pembacaan dalam jawaban. Tetapi sebetulnya UN CBT tak sedikit menimbulkan masalah atau kesalahan.

Walaupun banyak orang yang belum “merasakan” metode UN CBT tetapi kini telah banyak kalangan pelajar bahkan guru yang tak menyetujui pelaksanaannya. Mereka cenderung lebih khawatir akan terjadi kesalahan teknis. Mereka khawatir jika suatu saat nanti akan terjadi mati listrik ketika sedang mengerjakan. Walaupun telah dipersiapkan cadangan listrik maupun semacamnya, takutnya hal itu akan membuat panik siswa.

Tak hanya gangguan dari luar, mereka pun mengkhawatirkan jika nantinya komputer akan bermasalah dan jaringan yang akan mengganggu jalannya ujian. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang sangat tidak diinginkan oleh siswa dan juga guru. Banyak pihak siswa serta guru yang menyarankan apabila ujian nasional dikerjakan seperti biasa saja, yakni UN memakai lembar jawab serta dikerjakan memakai pensil. Mereka beranggapan cara itu familiar serta tentu lebih mudah sebab mereka bertahun – tahun mengerjakan soal menggunakan alat tulis dan bukan memakai komputer.

Argumentasi

Sekian banyak siswa yang sempat mengalami ujian nasional CBT memberikan keterangan jika banyaknya kesalahan teknis yang bisa mengganggu jalannya tes. Tak hanya kesalahan teknis dari pihak sekolah atau siswa, bahkan kesalahan pada aplikasi ujian juga terjadi. Hal itu tentunya akan membuat siswa cemas sehingga siswa menjadi tidak fokus untuk mengerjakan soal. Hal itu juga seharusnya tak boleh terjadi sebab Ujian Nasional adalah salah satu faktor penting penentu siswa itu dapat diterima di sekolah tujuan atau tidak.

Penerapan dari ujian nasional CBT di beberapa daerah yang memakai sistem bergilir juga dirasa kurang tepat. Ujian nasional bergilir ini berisiko adanya kecurangan, walaupun telah dibuat ujian nasional dengan berbagai paket. Tidak dapat disangkal juga sistem bergilir itu justru menambah peluang kecurangan untuk sekelompok siswa yang melakukan kerja sama untuk saling membocorkan soal.

Baca Juga :  Kata Seru

Biang dari permasalahan itu ialah kurangnya fasilitas sekolah yang memadai, serta dapat ditangkap dengan mudah jika penyebab fasilitas sekolah yang kurang memadai merupakan kurangnya dana bantuan dari pemerintah. Sehingga bisa disimpulkan jika ujian nasional CBT di Indonesia belum dipersiapkan dengan matang. Pengerjaan UN CBT juga terkesan layaknya uji coba.

Beberapa pernyataan yang bisa mendukung argumen jika ujian nasional CBT di negara Indonesia ini belum dipersiapkan dengan matang antara lain:

Penerapan ujian nasional CBT di negara Indonesia tidak dikerjakan dengan merata di semua sekolah, tetapi hanya pada sekolah tertentu yang ditunjuk saja. Alasannya juga sama, banyak sekali sekolah yang tak memiliki fasilitas yang memadai serta penyebab yang mudah ditebak, yakni sekolah kekurangan dana dalam mewujudkannya.

Tak hanya alasan itu, uji coba atau try out yang diadakan oleh pemerintah untuk sekolah yang mengerjakan UN juga kurang. Uji coba yang diadakan kebanyakan merupakan uji coba UN PBT sedangkan UN CBT mungkin hanya dikerjakan satu kali atau dua kali saja. Sementara untuk pembiasaan memakai komputer ketika uji coba sangat penting untuk dilakukan. Mengingat tak sedikit pelajar yang “gagap dengan teknologi”. Bahkan tak sedikit juga pelajar yang “bisa” dalam teknologi tetapi tetap tidak terbiasa / minder. Apabila kurang pembiasaan, maka akibatnya juga tidak sepele. Konsentrasi siswa dapat terganggu sebab “teknologi” itu sendiri.

Simpulan

Ujian Nasional CBT ternyata banyak memiliki pendapat yang tidak baik dari siswa dan juga guru. Banyak sekali alasan penolakan maupun penentangan dari pengadaan Ujian Nasional CBT, mulai dari sisi kenyamanan sampai kecurangan. Sebetulnya akar dari seluruh argumen itu merupakan pemerintah yang belum mempersiapkan secara matang terkait pelaksanaan UN CBT pada para siswa. Sehingga alangkah bijaknya jika pemerintah menyiapkan dengan matang terlebih dahulu sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan UN CBT itu sehingga bisa diterima dengan baik oleh siswa dan juga guru.

Contoh 6

Larangan Membawa HP ke Sekolah

Pengantar

Waktu sekarang ini, Handphone (HP) telah digunakan oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia tidak terkecuali pada anak – anak. Banyaknya anak yang sudah berani membawa hp ke sekolah, padahal sekolah telah mengeluarkan larangan akan hal tersebut. Sekolah memberi larangan membawa hp serta alasan yang dilengkapi dengan bukti. Tidak jarang guru juga memergoki para muridnya tengah asik bermain hp ketika jam pelajaran sedang berlangsung.

Argumen

Adanya larangan untuk membawa hp ke sekolah rasanya tidak tepat pada kurikulum 2013 yang tengah dijalani. Sebab, siswa membutuhkan media referensi terkait pelajaran yang tengah mereka pelajari, contohnya mengunjungi situs belajar yuksinau.com

Tidak jarang juga banyak orang tua yang menyuruh anaknya untuk selalu membawa hp sebagai alasan komunikasi serta berjaga – jaga jika terdapat hal terjadi di diluar dugaan.

Simpulan

Sehingga sebagai solusinya, pihak sekolah diminta untuk memikirkan kembali terkait kebijakan untuk melarang membawa hp ke sekolah. Pihak sekolah harus turut mempertimbangkan secara mendetail terkait dampak positif dan juga negatif dari larangan tersebut, sebab pendidikan adalah hal yang diutamakan.

Nah itulah beberapa contoh teks tantangan singkat yang dapat kami berikan. Contoh teks tantangan singkat di atas, dapat memberikan gambaran untuk membuak teks tantangan. Semoga membantu!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements

Bantuin Share Yuk!

Leave a Comment