Cara Menarik Kesimpulan

Cara Menarik Kesimpulan – Terdapat 3 cara menarik kesimpulan, yaitu Generalisasi, analogi, dan sebab-akibat. Hal ini berlaku pada makalah penelitian teks dan skripsi atau laporan ilmiah lainnya.

Bagaimana cara menarik kesimpulan ?

Yaitu dengan padat dan jelas, serta menggunakan generalisasi, analogi, dan sebab-akibat.

Sebutkan ciri-ciri kesimpulan yang baik ?

Cara Menarik Kesimpulan

Pengertian Kesimpulan

Sebelumnya, kesimpulan adalah suatu proposisi (kalimat yang disampaikan) yang diambil dari beberapa premis (ide pemikiran) dengan aturan-aturan inferensi (yang berlaku).

Bisa dibilang juga Kesimpulan merupakan sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah menyampaikan hasil dari pembicaraan

Cara Menarik Kesimpulan

Ada tiga macam cara untuk menarik kesimpulan dalam paragraf induktif, yaitu generalisasi, analogi, dan sebab akibat.

Generalisasi

Generalisasi merupakan pola pengembangan sebuah paragraf yang dibentuk melalui penarikan sebuah gagasan atau simpulan umum berdasarkan perihal atau kejadian.

Contoh:

Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jendral Sudirman. Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah.

Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil Anwar. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di Jalan Jenderal Sudirman dalam kantung celana Anwar.

Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.

Simpulan generalisasi tersebut ditandai dengan memberikan pernyataan yang bersifat khusus untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.

Dapat diketahui bahwa pikiran utama atau kesimpulan paragraf tersebut ditandai dengan kata dengan demikian.

Secara lengkap adalah Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.

Analogi

Analogi merupakan perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi masih memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua hal yang dibandingkan.

Dua hal yang dibandingkan tersebut berbeda, tetapi memiliki banyak persamaan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan.

Contoh:

Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui.

Dapatkah seseorang melaluinya ? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya.

Apakah Dia sanggup melaluinya ? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan kegiatan mendaki gunung yaitu banyak rintangan untuk mencapai puncaknya.

Sebab-akibat

Pengembangan sebuah paragraf dapat pula menggunakan sebab akibat. Sebab dapat bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya.

Akan tetapi, sebab akibat ini dapat juga terbalik, akibat yang menjadi gagasan utamanya dan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya.

Ada beberapa macam pola pengembangan sebab akibat, yaitu sebab akibat, sebab akibat 1 akibat 2, atau sebaliknya akibat sebab, akibat 1 akibat 2 sebab.

Cara Menarik Kesimpulan secara Deduktif dan Induktif

Logika deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus (individual).

Sedangkan logika induktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.

Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogisme, dua pernyataan dan sebuah kesimpulan. Dan didalam silogisme terdapat premis mayor dan premis minor.

Contoh

  • Semua makhluk punya mata ( premis mayor )
  • Si Adam adalah seorang makhluk ( premis minor )
  • Jadi, Adam punya mata ( kesimpulan )

Kriteria kebenaran :

3+4=75+2=76+1=7

Menurut seorang anak kecil, hal ini tidak benar.

Ini membuktikan bahwa tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar.

Secara deduktif dapat dibuktikan ketiganya benar. Pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan yang telah dianggap benar. Teori ini disebut koherensi. Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdasarkan teori koherensi.

Ciri – ciri cara menarik kesimpulan yang baik

  1. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  2. Menggunakan bahasa yang mudah di pahami.
  3. Berisi pokok pembicaraan.
  4. Menggunakan penarikan pernyataan secara umum dari kalimat fakta sebelumnya.
  5. Membandingkan dua hal yang berbeda namun tetap memperlihatkan kesamaan pada sisi tertentu,

Hal-Hal yang Harus dihindari dalam Membuat Kesimpulan

Simpulan untuk penelitian. Beberapa hal tersebut diantaranya:

Pastikan Kesimpulan Juga Tersurat dalam Badan Penelitian

Ingatlah jika bagian kesimpulan sebenarnya hanya mengulang dan meringkas hasil-hasil yang sudah ditemukan badan penelitian. Oleh karenanya, jangan sampai ada hasil yang belum dijelaskan di bagian isi dan malah dijelaskan di bagian kesimpulan.

Usahakan untuk Tidak Menggunakan Awalan “Sebagai Penutup”

Menggunakan awalan “sebagai penutup” dinilai kurang memberikan penjelasan yang natural, sehingga lebih baik untuk dihindari supaya menghasilkan kesimpulan yang bagus.

Hindari Penggunaan “Menurut Pendapat Saya”

Dalam penulisan selurus isi penelitian termasuk kesimpulan, peneliti harus menghindari penggunaan kalimat yang menunjukkan keragu-raguan, termasuk “menurut pandangan saya”. Hal tersebut menunjukkan nada bicara yang kurang formal dan tidak sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

Contoh Cara Menarik Kesimpulan

Contoh Kesimpulan Penelitian Jurnal atau Skripsi

Untuk lebih memperjelas penjelasan yang sudah dipaparkan di atas, berikut ada satu contoh cara menulis kesimpulan penelitian.

  • Poin 1: Topik/masalah penelitian:

Seiring dengan berkembangnya teknologi, penggunaan marketplace di kalangan masyarakat di Surabaya juga semakin meningkat, terutama pada kalangan wanita muda. Melihat fenomena tersebut, penting untuk mengetahui pengaruh marketplace pada perilaku konsumsi dari kalangan tersebut.

  • Poin 2: Poin-poin penting dalam hasil penelitian:

Setelah dilakukan uji survei dengan penyebaran kuisioner secara online, didapatkan jika 60% kalangan wanita muda mengalami peningkatan perilaku konsumsi hingga 80% setelah mengenal marketplace.

  • Poin 3: Paparan implikasi dan saran penelitian lanjutan:

Penelitian lebih lanjut yang lebih berfokus pada subjek penelitian yang berbeda dengan fokus marketplace t ertentu juga dibutuhkan. Disamping itu, mengingat fokus dari studi ini hanya berpusat pada perilaku konsumsi secara umum, maka perilaku konsumsi yang lebih mendetail juga perlu untuk dibahas dalam penelitian lanjutan.

Hal itu juga berlaku pada skripsi kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian yang menggunakan data, grafik, atau tabel menggunakan cara menarik kesimpulan seperti yang sudah di jelaskan.

Nah! itulah penjelasan dari cara menarik kesimpulan yang baik dan benar, ciri-ciri, Hal-hal yang harus dihindari dan contohnya. Semoga dapat membantu tugas bahasa Indonesia kalian yaa! 

X CLOSE
Advertisements

Check Also

Teks Pantun

Teks Pantun – Puisi lama yang masih bertahan sampai saat ini adalah pantun. Apa yang …